Cafe Identik dengan Kopi, Interaksi dan Eksistensi

Tips Melatih Sikap Disiplin dalam Berbisnis
June 28, 2021
Sharing is Caring, Berbagi Menjauhkan dari Kemiskinan
June 30, 2021

Cafe Identik dengan Kopi, Interaksi dan Eksistensi

Pada saat ini cafe banyak bermunculan. Di Yogyakarta saja terdapat ratusan atau bahkan ribuan kedai atau cafe yang buka. Cafe itu sendiri saat ini tidak lagi menjadi pandangan yang asing bagi para remaja, dewasa bahkan orang tua. Bagaimana tidak? Di setiap jalan di Yogyakarta sekarang banyak ditemui tempat untuk “nongkrong” bagi anak muda dan sering disebutnya dengan nama cafe.

Cafe banyak digandrungi oleh kaum muda sehingga menjadi budaya populer saat ini khususnya oleh anak muda di perkotaan. Keeksistensian cafe tidak jarang membuat anak muda semakin sering pergi ke cafe hanya sekedar untuk nongkrong dengan temannya. Atau bahkan nongkrong di  cafe hingga larut malam. Cafe yang identik dengan kopi dan menyajikan fasilitas tempat yang estetik menjadi pilihan anak muda untuk nongkrong di cafe. Cafe ini di masyarakat menimbulkan stereotip yang menjadikan anak muda itu sebagai pribadi yang konsumtif dan menghabiskan waktu dan uang jajannya hanya untuk sekedar nongkrong saja.

Kemunculan cafe ini menjadikan anak muda memunculkan fenomena nongkrong di cafe. Nongkrong itu sendiri sebenarnya sudah ada sejak dulu bedanya kalau dulu nongkrong itu dilakukan di warung kopi kegiatan untuk berkumpul dengan teman dan bersosialisasi. Pada saat ini nongkrong itu mengalami pergeseran dari yang dulunya hanya sekedar ngobrol, bertemu dengan temannya menjadi wadah menunjukkan eksistensi dengan update di sosial media. Ya, sudah menjadi fenomena sosial bukan? banyak yang mengupload di media sosial kebersamaan dengan temannya ketika di cafe. Sudah bukan hal yang asing lagi.

Ya itulah fenomena yang terjadi saat ini, dimana menjamurnya cafe-cafe yang berlomba-lomba memberikan fasilitas tempat yang kalau kata anak muda sekarang instagramable. Sehingga menarik anak muda untuk nongkrong di cafe karena cenderung ingin menunjukkan jati dirinya sebagai remaja masa kini. Hal tersebut sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian anak muda baik secara sosial maupun eksistensi di media sosial.

Keeksistensian cafe oleh remaja dan mereka menunjukkan eksistensinya di media sosial itu sah-sah saja dilakukan akan tetapi perlu disadari juga bahwa dengan nongkrong di cafe itu memiliki harga yang relatif cukup mahal dan sedikit menunjukkan gengsi dalam diri. Meskipun dengan nongkrong di cafe anak muda dapat berinteraksi dengan teman-temannya, belajar bersosialisasi di luar. Tapi, jangan sampai dengan kalian nongkrong di cafe kalian sampai tidak ada waktu untuk keluarga. Waktu itu harus dapat dibagi mana untuk keluarga dan mana untuk nongkrong bersama teman.

So, cafe yang identik dengan kopi dapat mengumpulkan manusia untuk berinteraksi bahkan menciptakan eksistensi. 

admin
admin
Yayasan Sahabat Perubahan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us