Puasa Syawal, Sayang Apabila Ditinggalkan

Tingkatkan Kepedulian di Bulan Ramadhan, YSPI Berkolaborasi dengan PT. Yogyakartas, Outlet Kemasan dan KSPPS Haniva Berbagi Takjil
May 8, 2021
Sedekah kepada Orang Tua Lebih Mulia
May 21, 2021

Puasa Syawal, Sayang Apabila Ditinggalkan

Pasti di antara kalian ada yang bertanya. Berapa hari sih puasa syawal itu? Tahukah kalian, puasa syawal itu dilakukan selama 6 hari. Dalam melaksanakannya puasa syawal tidak harus berturut turut langsung setiap hari melainkan dapat dilakukan berselang-seling harinya. Puasa syawal dapat dilaksanakan selama 6 hari setelah hari raya Idul Fitri. 

Lalu hukumnya puasa syawal apa? Hukum puasa syawal adalah sunah mustahab yang artinya sesuatu yang telah dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW satu atau dua kali. Dalam konteks puasa syawal ini, para ulama berbeda pendapat perihal ta’yin. Sebagian ulama menyatakan bahwa seseorang harus mengingat puasa sywal saat niat di dalam batinnya. Sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa tidak wajib ta’yin. Kedati puasa syawal hukumnya tidak wajib, puasa syawal terbilang sayang apabila ditinggalkan karena begitu besar keutamaannya.

  • Mendapatkan Pahala Setara Puasa Satu Tahun

Seseorang yang melakukan puasa syawal diibaratkan seperti berpuasa selama satu tahun. Keutamaan ini dijelaskan dalam hadist riwayat Muslim nomor 1164

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutinya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun”

  • Mendapatkan Pertolongan Rasulullah

Orang yang menjalankan puasa sunnah syawal dilakukan akan mendapatkan pertolongan dari Rasulullah SAW. Karena orang yang berpuasa syawal sudah menghidupkan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Dalam hadist riwayat At-Tirmidzi menyebutkan.

“siapa yang menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku bersamaku di surga”

  • Penyempurna Puasa Ramadhan

Dalam shalat fardhu, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib yaitu qabliyah dan ba’diyah. Dengan melaksanakan shalat sunnah rawatib, maka sholat fardhu akan menjadi sempurna. Begitu juga dengan puasa sunnah syawal yang dapat menyempurnakan puasa Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

“Amalan seorang hamba yang dihisab pertama kali di hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka sungguh dia beruntung dan selamat. Jika shalatnya buruk, maka sungguh dia celaka dan rugi. Jika ada kekurangan pada shalat wajibnya. Allah Ta’ala berfirman, ‘Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan ibadah wajibnya?’ Kemudian yang demikian berlaku pada seluruh amal wajibnya” (HR At-Tirmidzi)

Demikianlah keutamaan-keutamaan puasa pada bulan Syawal. Keutamaan-keutamaannya sanyang untuk dilewatkan. Jadi jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mendapatkan berbagai keutamaannya selama bulan Syawal setelah hari raya Idul Fitri.

admin
admin
Yayasan Sahabat Perubahan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us